Wakil Indonesia Cabang Badminton di Olimpiade Tokyo 2021

Kualifikasi cabang olahraga badminton untuk ajang Olimpiade Tokyo pada 23 Juli – 8 Agustus 2021 bisa dibilang telah berakhir. Secara keseluruhan kontingen badminton Indonesia berhasil meloloskan 7 wakil dalam kejuaraan akbar multi event tersebut.

Sejatinya kualifikasi cabang badminton baru ditutup pada 15 Juni 2021. Akan tetapi menyusul dibatalkannya 2 turnamen terakhir, yakni Malaysia Open 2021 dan Singapore Open 2021 akibat pandemi COVID-19, praktis semua kontestan sudah tak punya peluang menambah poin.

“Federasi Badminton Dunia (BWF) dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada turnamen lebih lanjut yang akan dimainkan dalam jendela kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020,” jelas keterangan resmi yang dirilis BWF.

Dari keseluruhan kontingen badminton Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo mendatang, sektor tunggal putra dan ganda putra menyumbang jumlah terbanyak, yakni masing-masing meloloskan 2 wakil.

Sementara nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, hanya memiliki 1 wakil saja. PBSI selaku badan tertinggi badminton nasional dan juga pemilik akun judi bola terpercaya resmi, sudah menyiapkan aneka program demi mengejar prestasi terbaik.

Antara lain seperti pelatihan dan karantina di pelatnas, juga rencana pemusatan latihan di Jepang beberapa pekan sebelum terjun di Olimpiade.

“PBSI sudah memiliki berbagai agenda dan program. Di antaranya pemusatan latihan dan karantina di pelatnas atau kita sebutnya training center selama 2-3 minggu,” jelas Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, dikutip dari laman PBSI.

“Menggelar pertandingan pemanasan dan pemusatan latihan di Prefektur Kumamoto, Jepang, 2 pekan sebelum penyelenggaraan Olimpiade,” imbuh Rionny

TUNGGAL PUTRA

Anthony Ginting dan Jonatan Christie Anthony Sinisuka Ginting menjadi tunggal putra Indonesia dengan jumlah poin tertinggi dalam papan klasemen kualifikasi Olimpiade Tokyo. Pebulutangkis 25 tahun itu mengantongi 75.332 poin, dan duduk di tangga ke-5. Indonesia juga meloloskan Jonatan Christie yang menduduki peringkat 7 klasemen, dengan raihan 72.940 poin.

Rival terberat Jonatan dan Ginting bisa datang dari tunggal putra nomor 1 dunia yang juga menjadi andalan tuan rumah Jepang, Kento Momota. Kemudian 2 wakil Denmark, Viktor Axelsen dan Anders Antonsen. Serta tunggal putra terbaik Taiwan, Chou Tien Chen.

Tahun ini Ginting dan Jonatan boleh dibilang belum mampu memperlihatkan performa yang menjanjikan. Capaian terbaik Ginting ia bukukan di ajang turnamen Super 1000, Yonex Thailand Open bulan Januari lalu, dengan menembus semifinal. Sementara Jonatan hanya sampai perempat final dalam kejuaraan yang sama.

TUNGGAL PUTRI

Gregoria Mariska Tunjung Skuad Merah Putih hanya meloloskan 1 wakil pada nomor tunggal putri, lewat Gregoria Mariska Tunjung. Gregoria merebut slot ke-15 di papan klasemen, dengan raihan 45.200 poin.

Peluang Indonesia untuk mencetak prestasi di sektor tunggal putri memang terbilang tipis, mengingat cukup banyak kontingen lain yang di atas kertas mempunyai ranking serta catatan performa lebih baik.

Sebut saja, tunggal putri nomor 1 dunia asal Taiwan, Tai Tzu Ying. Peraih medali emas Olimpiade 2016 asal Spanyol, Carolina Marin. Serta tunggal terbaik Cina dan Jepang, Chen Yu Fei dan Nozomi Okuhara. Sebaliknya, torehan terbaik Gregoria tahun ini hanya sebatas menembus babak kedua alias fase 16 besar ajang Toyota Thailand Open bulan Januari 2021 lalu.

GANDA PUTRA

Badminton

Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra Di atas kertas peluang terbesar Indonesia menyabet prestasi ada pada nomor ganda putra. Pada sektor ini Merah …